SPIRIT ERA, [GORONTALO UTARA] — Disiplin Aparatur Sipil Negara [ASN] tidak cukup dibuktikan melalui daftar hadir. Kehadiran harus sejalan dengan tanggung jawab, integritas, dan hasil kerja yang dirasakan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, saat menjadi pembina apel sore di Kantor Camat Sumalata, Kamis [22/10]. Ia mengingatkan, kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam membangun birokrasi yang profesional.
Thariq menyoroti kebiasaan pegawai yang datang terlambat dan pulang sebelum waktunya. Menurutnya, perilaku tersebut tidak boleh dianggap lumrah karena waktu kerja berkaitan langsung dengan tanggung jawab aparatur dalam memberikan pelayanan publik.
“Disiplin tidak hanya soal kehadiran fisik di kantor dari pukul 08.00 hingga 16.00, tetapi juga kedisiplinan terhadap hasil kerja,” tegas Thariq.
Ia menyebut, kebiasaan datang sekitar pukul 08.30 dan pulang pukul 15.30 sebagai bentuk korupsi waktu. Karena itu, ASN diminta membenahi etos kerja dan menunjukkan produktivitas, bukan sekadar memenuhi formalitas administratif.
Selain disiplin, Bupati memberikan peringatan keras terhadap praktik pungutan liar (pungli) yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ia menegaskan, tidak akan menoleransi aparatur yang menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.
“Apalagi soal pungli, ini saya tegaskan jangan pernah Bapak Ibu lakukan. Sekali saya dapat, saya beri sanksi tegas,” ujarnya.
Thariq juga mengingatkan ASN agar rutin menunaikan zakat sebagai bagian dari kewajiban keagamaan. Dalam arahannya, ia turut menekankan pentingnya pembenahan data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) agar potensi pendapatan daerah dapat dipetakan secara akurat.
Ia meminta jajaran Kecamatan Sumalata memperbarui data PBB sesuai kondisi lapangan. Pendataan yang valid dinilai penting untuk mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menjadi dasar perencanaan kebijakan yang lebih tepat.
Tak hanya PBB, potensi ekonomi lain, termasuk usaha sarang burung walet, juga diminta didata secara serius. Langkah tersebut diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi peluang penerimaan daerah dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Untuk memperkuat pelaksanaan tugas, Thariq meminta Camat Sumalata beserta jajarannya meningkatkan koordinasi dan kinerja organisasi. Sekretaris Camat yang baru secara khusus diminta segera mempresentasikan data dan rencana kerja sebagai dasar pelaksanaan tugas serta evaluasi.
Perencanaan berbasis data, menurut arahannya, perlu didukung pembagian tugas dan target yang jelas. Dengan begitu, program kerja dapat dipantau secara terukur dan pelaksanaannya tidak berhenti pada tataran administratif.
Arahan dalam apel sore tersebut menempatkan pembenahan birokrasi sebagai pekerjaan yang mencakup perilaku aparatur sekaligus kualitas tata kelola pemerintahan. Disiplin dan integritas perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan potensi daerah yang didukung data akurat.
Bagi jajaran Kecamatan Sumalata, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan arahan tersebut ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama melalui peningkatan kinerja, pelayanan yang bersih, serta pembaruan data yang dapat dipertanggungjawabkan.[*]
Sumber: Kominfo Gorontalo Utara, diolah kembali oleh Hans Pieter Mahieu.






