Sukseskan PENAS: Semangat KTNA Gorontalo di Tengah Dukungan yang Nyaris Belum Nampak 

Sorotan, SPIRITERA.ID, Gorontalo — Ada ironi yang tak bisa ditutup-tutupi dalam persiapan Pekan Nasional Petani Nelayan di Gorontalo. Di satu sisi, agenda nasional ini menuntut kesiapan maksimal. Namun di sisi lain, mereka yang berada di garis depan justru berjibaku dalam keterbatasan yang nyaris tak masuk akal.

Tim Kerja dari unsur KTNA yang dikoordinir oleh Muhtadjim Boky, bekerja dari sebuah sekretariat sederhana. Jauh dari kata layak, apalagi ideal. Tidak ada kemewahan, tidak ada jaminan operasional yang memadai—yang ada hanyalah tekad dan keberanian untuk terus melangkah.

Langkah itu pun tidak selalu tegap. Terseok, jatuh, kelelahan—semua itu nyata. Namun yang lebih nyata adalah pilihan untuk bangkit, lagi dan lagi.

Yang paling menyayat, sebagian besar aktivitas justru ditopang oleh swadaya. Bahkan untuk sekadar menjaga nyala operasional, Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, H. Arjun Mogulaingo, bersama teman-temmannya harus merogoh kemampuan pribadi, membiayai “apa adanya”—dalam arti yang sesungguhnya: bukan karena ada apanya, tapi karena memang hanya itu yang tersedia.

Pertanyaannya sederhana namun menggugah: di mana seharusnya dukungan itu berada?

Namun alih-alih berhenti dan menunggu, Tim Kerja memilih bergerak. Mereka tidak menunggu idealnya keadaan. Mereka menciptakan jalannya sendiri. Progres tetap berjalan. Persiapan terus digerakkan. Tidak ada ruang untuk menyerah.

Di tengah perjuangan itu, ada pula suara lirih dari mereka yang merasa belum mampu hadir secara maksimal. Bukan karena tidak peduli, tetapi karena realitas yang tak bisa ditinggalkan. Dan justru dari kejujuran itu, kita melihat bahwa perjuangan ini bukan milik segelintir orang—ini adalah beban bersama yang belum sepenuhnya dipikul bersama.

Apa yang terjadi hari ini adalah potret nyata: ketika semangat rakyat bekerja tanpa pamrih, sementara dukungan yang seharusnya menguatkan justru terasa samar.

Namun, hal yang tidak bisa dipatahkan–Semangat itu hidup, Semangat itu menyala dan Semangat itu menular.

KTNA Gorontalo tidak salah memilih orang-orang di Tim Kerja ini. Mereka bukan hanya bekerja. Mereka berjuang. Dan dari ruang sederhana itu, gema yang sama terus terdengar, menembus lelah dan keterbatasan:

Semangat… semangat… dan terus semangat.

Demi satu tujuan: suksesnya PENAS.(*)